Karawang || Labraknews.com – Ormas Pemuda Pancasila Ranting Karangpawitan. Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang, angkat bicara menyoal perihal parkiran.(04/10/2023).
Pemuda Pancasila Kami itu Free Man, Bukan Preman. Pada 28 oktober 1959 PP lahir dalam rangka mengamankan kembalinya ke UUD 45 dan ideologi Pancasila. Pada saat itu tidak ada yang berani berhadap-hadapan langsung dengan PKI, juara keempat pemilu.
Karena dibentuk untuk mengimbangi PKI, tentu yang diambil orang yang berani, orang free man istilahnya. Bukan preman sebenarnya. Tapi karena di-bahasa-Indonesia-kan, jadi preman. Sebenarnya orang yang direkrut sama Pemuda Pancasila, orang free man, orang yang bebas. Membantu negara menjaga ideologi bangsa.
“kalau tarikannya ke parkir ya memang anggota kita banyak di bawah, di grassroot. Tapi di satu sisi itu lagi, mereka di sana kan harus survive, mereka di sana harus menghidupi keluarganya, lalu di lingkungan terdekatnya dia ada lahan yang bisa dia kelola untuk dia hidup, ya semua juga tau sendiri apalagi zaman sekarang cari kerja susah ya, artinya ya itu memang sudah dari dulu berjalan,” pungkas Ahmad Sobari yang kerap disapa Madun.
Lanjut Madun. sekarang terus terang kita formatnya justru sudah lebih agak meningkat, agak profesional, ada perusahaan, ada pengelolaan parkir, dan sebagainya.
“jadi ini kan ormas terstruktur. Jadi jangan salah loh, Pemuda Pancasila punya struktur sampe ke tingkat RW. Jadi bukan hanya di pusat, di Provinsi, Kabupaten-Kota, ada juga di Kecamatan, ada juga di Kelurahan, ada juga di RW, pimpinan anak ranting paling bawah itu, artinya ya kita memang masyarakat yang ada di bawah, di lingkungan mereka masing-masing dan kita memang ada di sana.
Kalau di lingkungan mereka, mereka harus survive. Seperti saya bilang tadi, mereka gak punya pekerjaan, lalu ada tempat-tempat yang memang bisa mereka jaga karena lingkungan dia juga gitu kan, terus mereka bisa bantu parkir di situ, dan disepakati disetujui oleh pemilik tempat.
Ibaratnya saya punya tempat di satu tempat, ada tempat parkirnya, saya tahu anak-anak lingkungan situ bisa jaga, punya kantor saya di situ, pasti saya serahin ke mereka, aman. Artinya kan dari sisi itu ada hubungan simbiosis mutualisme lah, kebutuhan antar masyarakat di bawah, dan kita gak bisa atur itu. Mereka kan berjalan dengan sendirinya, alamiah lah.” pungkasnya.
Red@Cek

