Karawang || Labraknews.com – Terkesan tidak mendapat perhatian dari pemerintah desa, hingga hampir tak tersentuh bantuan, entah dari Dana Desa, Bangub atau anggaran APBD sekalipun. Jalan kp.tenggulun Desa Mekarmaya Kecamatan Cilamaya Wetan, hancur. Layaknya jalan yang berada di wilayah pedalaman, alias desa primitif. Desa yang jauh dan tak terjamah oleh pemerintah kabupaten. Rabu (23/04/2025).
Pasalnya, Indonesia yang sudah mencangkanan untuk menuju ke Indonesia Emas. Namun masih ada desa yang terletak di kabupaten yang notabene, kota lumbung padi dan kota industri, wilayah yang didalamnya memiliki ribuan pabrik. Dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karawang tahun 2025 diperkirakan sebesar mencapai Rp 5.796 Triliun. Angka ini merupakan bagian dari total anggaran APBD 2025 yang mencapai Rp 5.796 Triliun untuk pendapatan daerah dan Rp 6.048 Triliun untuk belanja daerah.
Namun hal itu sangat disayangkan, jauh panggang daripada api, karena, Dengan besarnya pendapatan daerah, dan bantuan yang tidak henti-henti mengalir ke seluruh desa yang ada di wilayah Kabupaten Karawang, termasuk salah satunya Desa Mekarmaya Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang. Desa yang saat ini dipimpin oleh Kepala Desa, Lurah Herman. Dalam adanya jalan yang masih tidak tersentuh bantuan dan tak kunjung di bangun, kinerjanya patut dipertanyakan.
Bang Coim, Selaku ketua Ormas Laskar Merah Putih (Lmp) Cilamaya Wetan, meminta agar inspektorat untuk mengaudit semua bantuan yang diterima oleh Desa Mekarmaya. Karena ia menduga, bahwa jalan kp.tenggulun Dusun Tanjungsari Desa Mekarmaya ini, terkesan belum pernah disentuh oleh pemerintah.
“Inspektorat seharusnya mempertanyakan dan memeriksa dengan baik dan teliti, dana yang di terima oleh Desa Mekarmaya, untuk Laporan Pertanggung Jawabannya (LPJ), digunakan untuk apa saja, selama lurah sekarang menjabat, saya merasa heran, dengan banyaknya bantuan dana yang diterima dari pemerintah ( ADD, DD, DBH & Bangub), sama sekali seolah-olah kepala desa tidak ada kepedulian untuk membangun Desa, khususnya ya itu jalan kp.Tenggulun Dusun Tanjungsari,” ketusnya terlihat jengkel.
Dan Bang Choim memastikan, kalau dalam tahun ini, jalan tersebut belum juga dibangun, maka bukan tidak mungkin, ia akan membawa pasukannya dan mengajak masyarakat Desa Mekarmaya, untuk menggelar aksi didepan kantor desa.
“Nanti kita akan pertanyakan semua dana bantuan yang diterima dari pemerintah, selama Kades sekarang menjabat, dana subsidi pemerintah digunakan untuk apa saja, kita sebagai masyarakat juga perlu tau, mengenai transparansi anggaran dari tahun 2021 hingga sekarang, dan inspektorat pun jangan melek, ketika ada desa yang terlihat masih tertinggal dalam pembangunannya, seharusnya investigasi dan audit penggunaan anggarannya, dipakai apa dan mana bangunan nya, masa selama menjabat, untuk membangun jalan saja gak becus,” pungkasnya.
Hingga berita ini terbit, Kepala Desa Mekarmaya, saat dikonfirmasi awak media, lebih memilih bungkam, tidak memberikan jawaban.
Penulis: cek
