Karawang || Labraknews.com – Asma Usia 42 Tahun Warga Dusun V Rt.01/05 Desa Sumurgede Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang, ditemukan sudah tidak bernyawa.
Hal itu di ketahui saat ibu korban (Ma Enteung), menyuruh anak nya yang bernama Nanang, selaku adik korban, untuk menjenguk Korban kerumah nya. Mengingat rumah korban yang saat ini di tempati, adalah rumah yang baru Satu Tahun di beli. Berada jauh dari tempat aktifitas Asma berjualan. Sang ibu dikarena kan merasa aneh, anak nya hari itu Kamis (15/02/2024), tidak terlihat berjualan, dan akhirnya menyuruh kepada adik korban untuk melihat Asma ke rumah nya, untuk memastikan Asma ada di rumah atau tidak, karena tidak seperti biasanya, membuka warung untuk berjualan.
Di ketahui sudah meninggal dunia.
Saat adik korban tiba di rumah Asma, yang beralamat di Dusun IV Rt.01/04, Desa Sumurgede Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang.

Nanang langsung mengetuk pintu hingga memanggil – manggil sang kaka, namun di karena kan tidak ada jawaban dari dalam, dan pintu rumah pun terkunci, akhirnya Nanang berinisiatif untuk mencokel jendela, karena ada rasa kecurigaan yang aneh di pikiran nya. Benar saja, Setelah jendela kamar di congkel, dan tentu saja Nanang selaku adik korban, merasa kaget, telah menemukan Asma telahmeninggal dunia, dalam ke adaan terlentang. Sontak saja nanang lari dan kembali memberi tahu kan ibu nya. bahwa Sang Kaka telah meninggal.
Ada Kejanggalan dan indikasi tewasnya Asma
Korban Meninggal dalam kamar dalam kondisi melentang, dan kondisi pintu rumah dan kamar terkunci dari luar, hal itu di ketahui oleh Nanang (27), dan Keluarga saat mau menbuka pintu kamar dan saat awal datang mau membuka pintu. Korban meninggal dunia yang di duga karena di bunuh, karena terdapat di leher korban ada bekas luka cekikan.
Mengingat ada kejanggalan dalam tewasnya Asma, maka warga berinisitif untuk menelepon pihak kepolisian. Pihak Kepolisian telah sigap datang ke tempat kejadian perkara (TKP), tak lama seteleh di telepon, karena memang pada waktu di telepon Kanit Reskrim Polsek Cilamaya (IPDA WIRTA), sedang melakukan pengamanan di PPS di Kantor Desa Sumurgede.
Langkah pertama yang dilakukan olh pihak APH.

Polsek Cilamaya melalui Kanit Reskrim, memberikan himbauan dan pemahaman kepada masyarkat, agar tidak terlebih dahulu utk memberikan spekulasi dugaan akibat sebab meninggal nya korban, melalui postingan media sosial facebook dan sejenisnya, karna khawatir akan menimbulkan spekulasi opini yg liar ke mana-mana.
“Mohon dengan segala hormat. Kepada Bapak Ibu yang ada di sini, jangan dulu ada yang memoto, atau ber spekulasi menduga duga meninggal nya korban, apalagi sampai di posting di Media Sosial Facebook atau sejenisnya. Untuk itu biar kan kami. Pihak Kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan nanti akan kita panggil Tim Inavis dari Kapolres Karawang, guna kepentingan Investigasi dan Autopsi nanti,” ungkap IPDA Wirta di hadapan warga yang berkerumun di tempat kejadian.
Selanjutnya Aparat Penegak Hukum (APH), melakukan upaya untuk mencari keterangan dari salah satu pihak yang di anggap perlu, untuk di mintai keterangan. Salah satunya adalah kepada rekan korban, yang menurut keterangan keluarga korban, dalam setiap malam nya selalu bersama sama korban, dan malah suka menginap di rumah korban.
Menurut keterangan keluarga, bahwa korban memiliki kendaraan Sepeda Motor Yamaha ( Aerok ), dan Satu unit Hp. dan barang tersebut saat diketahui korban sudah tidak bernyawa. barang itu hilang tidak ada di rumah. Sehingga hal tersebut lah yang menimbulkan kecurigaan keluarga bahwa korban meninggal karena di bunuh.
“Terdapat botol minuman jenis (AM) di kamar, biasa nya mang Asma ini, suka minum sama teman – teman nya, malah teman nya ini ampir setiap malam ke sini dan suka nginep, dan saya curiga hal ini mungkin saja di lakukan sama teman nya, karena Motor dan Hp nya paman saya gak ada, terus pintu di kunci di luar.” Timpal salah satu keponakan korban, kepada awak media saat melakukan peliputan di TKP.
Kapolsek Cilamaya, (Kompol Abdul Kodir), saat di konfirmasi lewat telepon celluler, menyampaikan himbaun kepada masyarakat, agar selalu waspada dan melapor setiap ada masyarakat baru kepada RT setempat.
“Setiap masyarakat yang datang dan baru pindah, diharap lapor ke RT setempat, guna mengantisipasi kejadian seperti ini, tetangga pun tidak sampai ada yang tau, dan luput dari perhatian warga,” ucapnya. Lanjut Abdul Kodir, dugaan sementara tewas nya Asma, disebabkan ada indikasi, dan kami sedang melakukan pendalaman terlebih dahulu, dan bagi masyarakat yang mengetahui tentang informasi terkait kejadian ini, mohon agar melaporkan langsung ke kami.” Tutup nya
Red@As_cek
