
Malaka, Labraknews.Online– Rumah, lahan sawah dan ladang warga Motaulun tergenang air hujan. Cuaca mendung menyempitkan gerak dan aktifitas manusia maupun kendaraan di Malaka.
Air Hujan menyebabkan rumah warga motaulun terendam bahkan masuk kedalam rumah yang fondasinya sudah rendah akibat banjir bandang 2021 lalu.
Insiden Ini terjadi di motaulun, kecamatan Malaka Barat, kabupaten Malaka Nusa Tenggara Timur( NTT), rabu 29 juni 2022.
Hujan di seluruh Kabupaten Malaka dan khusus wilayah Daerah Aliran sungai(DAS) Benenai tidak luput genangan air hujan di Motaulun. Selain air hujan lima hari, juni 2022 air irigasi bendungan Benenai pun menjadi kekhawatiran warga.
Air bendungan tidak tertib. Kata yosep. “Orang tidak butuh airi di sawah tapi mereka tetap lepas air. Petugas pengairan tidak tertib sehingga air los sampai masuk mengenangi rumah warga walaupun tidak ada hujan”. Keluh Yosep.
Yoseph Klau salah satu warga petani sawah, ladang dan sebagai tukang, di motaulun mengeluhkan akan kekurangan makanan. Karena cuaca buruk seperti ini.
” ini Padi sawah, dan jagung di kebun semua rusak karena tergenang air mau makan apa lagi kita, hujan terus begini di sawah yang tanam duluan pasti sia sia. Abis terendam air bagaimana bisa tumbuh”. Ungkap Yoseph.
Warga panik karena curah hujan berintensitas tinggi bulan ini dari tanggal 24 juni 2022 hingga 29 juni 2022, hujan belum reda.
Yosep menjelaskan, “Musim banjir daerah ini biasa terjadi di bulan Maret dan april tetapi ini kita tidak tahu alam ini punya mau”. Ungkap Yoseph
Hujan intensitas tinggi di malaka ini tidak hanya rumah yang tergenang air tetapi akses transportasi dan pertanianpun di Das Benenai terdampak buruk. Posisi pekerjaan Dinas kantor para pegawaipun telat masuk kantor akibat cuaca buruk ini.
Rofinus Bria.
