Malaka, Labraknews.online– Bupati Malaka Dr. Smon Nahak S.H., M.H mandapat banyak keluhan masyarakat terkait program sakti KMS dan KMC, kepengurusnya tidak menyeluruh bahkan mengutamakan dendam konflik pribadi dan politik.
Bupati mengatakan “mengurus Kartu Malaka Sehat( KMS) dan Kartu Malaka Cerdas (KMC), sebaiknya menyeluruh. Jangan hanya kamu punya yang kamu urus mereka yang lain tidak kamu urus.
Hal ini disampaikan Bupati Simon ketika memberikan sambutan setelah mengikuti misa bersama umat masyarakat di gereja katolik St. Antonius Padua kleseleon, minggu 17 juli 2022.
proyeksi kunjungan Bupati ke gereja gereja di kabupaten Malaka untuk mengikuti misa bersama umat minggu juli 2022 di paroki kleseleon Desa Kleseleon kecamatan Weliman kabupaten Malaka Nusa Tenggara Timur ( NTT) Menjadi Bukti program SAKTI.
“Pasti masyarakat banyak yang belum menikmati program SAKTI. Ada dua program SAKTI yaitu kartu Malaka sehat (KMS ) dan kartu Malaka cerdas (KMC), Kemudian swasembada pangan.
Saya dengar banyak yang melapor kepada saya, “nansa oa amik nee sia juara terus tuir hai nee.”(red -kenapa anak kami juara terus tetapi tidak mendapatkan bea siswa ini).” Dan saya tidak mau anak itu di hambat.
Dalam bahasa Daerah katanya ” oa metenek tahan oa ba sa”. ( red-anak pintar kenapa harus menghambat anak itu). “Kalau memang yang mengurus kartu Malaka sehat, sebaiknya menyeluruh. jangan hanya kamu punya yang kamu urus. Sedangkan mereka yang lain tidak kamu urus. TegasNya
kemudian kartu malaka cerdas itu bisa diurus. Ada dua seri yaitu seri A dan seri B. seri A . untuk anak anak saya, adik adik saya yang (SD) dan yang (SMP) kemudian yang juara sekolah . anak anak cukup cerdas klas 1-3 kita berikan beasiswa.
saya tidak bermaksud menyalahkan siapa-siapa tapi ini laporan langsung kepada saya. karena situasi Konflik pribadi kemudian tidak diberikan beasiswa tadi. Memang kita utamakan orang tua tidak mampu jadi faktor, tetapi juga untuk anak cerdas.
Yang penting anak itu cerdas kalau anak itu tidak cerdas tidak apa-apa, Kita membutuhkan kwalitas. Dilihat dari pendidikan, itu jangan disepelekan karena menjadi programnya disini, Diterima.
Karena mereka ini ada semangat untuk belajar maka sarana di tanggung oleh Pemerintah Daerah (Pemda). jadi tolong bapak ibu guru kalau ada anak yang juara
Jangan karena konflik dengan orang tuanya, satu ini tidak usah diberikan. Ungkap Bupati. .
Atau dalam situasi politik karena sekarang ada yang berbeda politik jadi anaknya tidak di kasih beasiswa itu Jangan !. Program berikut swasembada Beras nona Malaka dan fore lakateu sudah ada legalitasnya.
legalitas terkait dengan Beras nona Malaka. Dan Fore lakateu. mohon doa dalam mencari anggaran disamping kami mengusahakan anggaran untuk pembangunan Kantor Bupati kami mohon kerja samanya..
Terkait beras nona malaka dan fore laka teu “ini khusus untuk bapak /ibu para kepala Desa saya sudah perintahkan weliman sudah ada. Karena seluruh camat di kabupaten Malaka, mereka sudah sanggup untuk satu Desa 1ha.
1ha ini betul atau tidak Jangan hanya mulut saja yang bicara. Termasuk di paroki, jadi saya minta tolong, karena Sekarang yang ada hanya di paroki Besikama yang lainya masih kurang.” Ungkap Bupati Simon.
Rofinus Bria.

