Lingkungan

Disparbud Karawang Bakal Promosikan Sejumlah Area Wisata Baru

Karawang || Labraknews.com – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Budaya Kabupaten Karawang Jawa Barat H.Jaeni SPd.MM Pd menyebut pihaknya tengah menyiapkan sejumlah area wisata baru guna mendongkrak potensi destinasi wisata Karawang

Menurutnya dengan menggandeng tujuh orang Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dari akademisi, Disbudpar Karawang terus melakukan terobosan gali potensi wisata di wilayah Kabupaten Karawang. Satu diantaranya menunjuk Sekolah Dasar Pisang Sambo kecamatan Batujaya yang kini telah ada DEDnya dan tengah berproses renovasi dengan mengikuti bentuk aslinya.

Dinas Pariwisata dan Budaya Karawang menyebut telah melakukan survey pada 10 desa wisata baru di Kabupaten Karawang, diantaranya, Situ Kamojing di Desa Kamojing kecamatan Cikampek, wisata kebun dan hutan di desa Cintalaksana Kecamatan Pangkalan, wisata air dengan dermaga perahu nelayan ke sarakan dan hutan mangrove di Desa Tambak sari, area wisata kerajinan pindang di cikampek Utara.

Demi menarik wisatawan dan investasi ,untuk area wisata laut yang ada, seperti Pantai Tanjung Pakis di kecamatan Pakis Jaya, Pantai Sedari di kecamatan Cibuaya, Pantai Cibendo di kecamatan Tempuran, Pantai Samudera Baru di kecamatan Pedes dan Pantai Tanjung Baru di kecamatan Cilamaya Kulon Disparbud Karawang akan terus melakukan kajian dan pembenahan barsama pengelola.

“sementara ini kita tengah fokus ke 4 desa tersebut dimana kegiatannya telah kita dimulai,” kata Jaeni.

Desa wisata meliputi desa rintisan,desa berkembang dan desa wisata mandiri.

“menurut kami yang paling pas mengelola tempat wisata itu adalah Badan Usaha Milik Desa ( Bumdes )desa setempat melalui pola pentahelix melibatkan elemen terkait,” sebut Jaeni, Selasa, 31/12/2024 malam .

Jaeni menegaskan, untuk kenyamanan pengunjung wisata di Kabupaten Karawang,melalui kolaborasi pentahelix pihaknya akan berkolaborasi dengan TNI dan Polri dalam menjaga obyek wisata dari gangguan premanisme yang tengah menjadi trending topik di Karawang belakangan ini.

“masyarakat penyelenggara wisata di Karawang harus mengedepankan Sapta Pesona,” tandas Jaeni.

KaDisparbud Karawang menyebut kendala dihadapinya dalam memajukan potensi wisata di Kabupaten Karawang diantaranya soal kepemilikan lahan wisata.

“contohnya lokasi wisata Curug Cigeuntis kecamatan Tegal Waru di wilayah pegunungan Karawang Selatan.
Lahan area wisata Curug Cigeuntis itu miliknya Perhutani sepenuhnya, dan sesuai aturan adalah tidak bisa langsung bekerja sama dengan pemerintah daerah, harus melalui Tripartit,” ungkap Jaeni.

Dikatakan, dalam skala makro PAD sektor wisata Kabupaten Karawang telah mencapai angka ratusan milyar rupiah. Namun bicara soal wisata, adalah efek domino. Jika wisata sebuah daerah maju, maka itu akan mendongkrak efek domino yang lainnya pada setempat, misalnya pada sektor perhotelan atau homestay penginapan masyarakat, jasa transportasi, UMKM, kuliner lokal dan lainnya.

Jaeni berujar, Pendapatan Asli Daerah (PAD) kewajiban pajak itu merupakan ranah Bapenda, sementara instansinya hanya mengelola retribusi saja, terangnya.

Pemerintah Karawang penting melakukan pembinaan serius terhadap sumber daya manusia (SDM) pemandu wisata untuk mendongkrak PAD Kabupatennya.

Jaeni mencontohkan lokasi wisata Heritag kampung kuno Kayu Taman kota Malang Jawa Timur ,yang dikatakan ditempat itu hanya ada dua RW dengan bangunan kunonya.

Melalui kelompok sadar wisata ( Pokdarwis ) dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes ), masyarakat setempat melakukan pemberdayaan potensi industri rumahan sebagai cendera mata tamu wisata.
Pula dengan forum desa wisata ( fordesta ) di Kabupaten Karawang diharapkan langkah Fordesta akan lebih menitik beratkan kepada Bumdes setempat, pungkas Jaeni. *(cek)

Bagikan: