Karawang || Labraknews.com – Pekan kedua Bulan Oktober Tahun 2025 media sosial digegerkan dengan viral nya tayangan video berita kematian warga Desa Sumber Urip Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi, Mursiti (62) paska ia menjalani operasi bisul oleh Tim medis Rumah Sakit Hastin Rengasdengklok Karawang.
Dalam video beredar, keluarga Mursiti menduga kuat, Tim medis Rumah Sakit Hastin Rengasdengklok telah mall praktek menangani pasiennya. Dugaan itu menurutnya, diperkuat dengan temuan kain kasa pada luka di tubuh almarhum Mursiti seusai ia menjalani operasi sebelum Mursiti menghembuskan nafas terakhir.
Dikonfirmasi soal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang dr. H. Endang Suryadi mengaku prihatin dengan peristiwa terjadi dan mengaku ia baru mendengar peristiwa itu pada Sabtu malam kemarin (18/10/2025), ungkapnya saat di Aula Husni Hamid Senin pagi (13/10/2025).
“Tim monitoring kita dipimpin oleh Kabid Yankes dr.Laode sudah turun ke lapangan guna mencari fakta, ucap dr. Endang Suryadi.
Kadinkes Kabupaten Karawang menegaskan, penting dilakukan evaluasi menyeluruh terkait prosedur penanganan pasien dilakukan tim medis rumah sakit itu guna mencari fakta dari peristiwa terjadi.
“Musti dievaluasi, apakah misalnya ada kesalahan prosedur atau pelanggaran prosedur medis dalam penanganan diri pasien tersebut,” tegas Kadinkes
Seraya menegaskan, bahwa ijin rumah sakit bisa dicabut oleh pemerintah bila terjadi kesalahan fatal.
“kita mau cari tau dulu, kenapa pasien itu disuruh pulang dari rumah sakit, karena kalau melihat dari tindakan, itu belum tuntas , karena masih ada kain kasa pada luka serius di tubuh pasien, dimana itu nantinya akan dikeluarkan pada tahap penanganan medis” lanjutan, kata dr.Endang.
“takutnya, pihak medis rumah sakit Hastin tidak sempurna dalam memberikan penjelasan kepada keluarga pasien atas hasil operasi dilakukannya serta langkah pencegahan yang harus dilakukan, karena kalau pengertian orang awam dan medis kan berbeda. Untuk itu kita tunggu hasil kerja Tim monitoring yang hari ini tengah ke lapangan mencari fakta ke rumah sakit Hastin di Rengasdengklok. Dan, soal bagaimana dengan hasil kerjanya, itu nanti akan dilaporkan ke Majelis Kehormatan Etik Kedokteran ( MKEK). Penilaian akhirnya bukan dari Dinas Kesehatan, tapi dari Majelis Kehormatan Etik Kedokteran, pungkas dr.Endang (Cek)
