Malaka, Labraknews.online– Suatu Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri bawaan individu dalam suatu interaksi. Berikut Narasi Nando Bere Seran tentang Konflik yang ditulis untuk SN-KT. Selasa 5 juli 2022.
Surat NANDO tentang Konflik itu, “KONFLIK terjadi menyangkut ciri fisik, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, gagasan, dan lain sebagainya”. TulisNya.
“Konflik adalah sebuah kata yang urgen terjadi antar Individu dan Individu, pasangan maupun kelompok atau perkumpulan, namun mengandung makna yang sangat positif apa bila Konflik itu di sikapi dengan hikmat dan bijaksana.
Disitulah akan muncul nilai-nilai kearifan yang bermakna bagi kehidupan di dalam membangun sebuah relasi personal antar individu maupun kelompok.
Jika dilihat dari Asalnya Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, gagasan, dan lain sebagainya. Ungkapnya.
Melihat situasi dan kondisi saat ini di Malaka saya secara pribadi memberanikan diri untuk menuliskan Surat Cinta ini Untuk SN-KT.
“Konflik jangan dilihat sebagai sesuatu yang negatif. Konflik yang diolah secara baik dan bijaksana akan memberikan sebuah hikmah dan kearifan yang sangat berarti bagi hidup dan relasi personal antar individu. Dalam mengelola konflik.
Perlu adanya sikap bijaksana, sehingga konflik akan membuka sebuah tabir yang tidak diketahui oleh para individu yang terlibat konflik. Tabir itu adalah kenyataan bahwa konflik berakar pada (dua) atau lebih faham yang tidak sepadan.
Dengan demikian para individu yang berkonflik tidak bersalah. Justeru faham yang salah. Makanya orang bilang (salah faham). Faham yang salah ini hanya bisa ditemukan, ketika konflik diolah secara bijaksana.
Jadi Konflik adalah seberkas cahaya yang memberikan petunjuk untuk menemukan sesuatu yang belum beres, yaitu faham yang belum sepadan, sehingga bisa diperbaiki, karena setiap individu itu unik dan berbeda satu terhadap yang lain.
Maka untuk menyatukan dua individu yang berbeda dan unik termasuk cara berpikir yang unik agar bisa menjalankan sebuah visi, misi, kebijakan, program dan kegiatan, KONFLIK sangat diperlukan. Konflik dibutuhkan untuk menemukan persamaan dan perbedaan.
Bisa dijadikan landasan pijak untuk memantapkan langkah juang bersama menuju tercapainya cita – cita dan harapan yang ditargetkan bersama sebagai paket.
Jadi konflik itu sangat manusiawi dan diperlukan untuk menemukan keserasian dan keharmonisan bersama.
Konflik bahkan tidak bisa dihindari karena sangat bersifat kodrati. Sebab dari kodratnya manusia itu unik dan berbeda satu terhadap yang lain.
Mari kita ubah paradigma berpikir kita tentang konflik sebagai sesuatu yang positif dan bukan negatif, sesuatu yang berguna bagi kita untuk mengaktualisasikan kehidupan bersama dalam semua aspek.
(Nando Bere)
Rofinus Bria

