Karawang || Labraknews.com – Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Jawa Barat bersama Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Gerindra. Menggelar sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman. Yang bertempat di Gor Kantor Desa Tegalurung Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang. Rabu (17/09/2025).
Acara yang diikuti oleh 200 peserta, yang terdiri dari masyarakat Kecamatan Cilamaya Kulon. Hadir dalam acara sosialisasi tersebut, Kepala Desa Tegalurung (Toto Nur Anwari), Kadisnaker Kabupaten Karawang, Anggota Komisi IX DPR RI F.Gerindra (Obon Tabroni,S.E), BP3MI Wilayah Jawa Barat (Kombes Pol. Muya Nugraha,S.I.K., M.H.) dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya H.Obon Tabroni,S.E selaku Anggota Komisi IX dari Fraksi Gerindra. Ia menyampaikan dampak manfaat dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang akan terasa nanti setelah beberapa tahun kemudian. Karena menurut Obon, sekarang ini bangsa kita akan bersaing dengan bangs luar.
“Masyarakat Cilamaya, Masyarakat Karawang itu nanti di kawasan kerja itu nantinya akan bersaing dengan orang luar dari segi pengetahuan dan keterampilan. Sehingga kita itu sudah tidak bersaing dengan bangsa kita sendiri,” ujarnga.
Dan Obon, lebih memastikan, bahwa bangsa kita kalau di bandingan dengan Jepang, Amerika, Cina, itu terlalu jauh, kalau di setarakan dari tingkat IQ rata-ratanya.
“Setidaknya bangsa kita, harus di atas thailand, banglades, kamboja dan negara tetangga lainnya. Untuk itu mari kita dukung program Bapak Presiden Prabowo ini, sehingga kedepan bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang lebih maju,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama Bapak kombes Mulia Nugraha, S.I.K., M.H. selaku BP3MI wilayah jawa barat. Menyampaikan bahwa masyarakat yang bekerja ke luar negeri selaku Pekerja Migran Indonesi, harus tercatat dan terdaftar oleh Instansi Ketenagakerjaan di Kabupaten juga pemerintah desa. Dan pekerja migran jugan harus mendapat perlindungan.
“Sesuai UU18 Tahun 2017 Pasal 5. Calon pekerja migran (PMI).Harus berusia minimal 18 Tahun, harus Kompetensi, dan seterusnya,” terang Kepala BP3MI wilayah jawa barat.
Selanjutnya Mukhtarudin menegaskan, kepada para peserta yang notabene rata-rata para eks Pekerja Migran Indonesia. Masyarakat agar berhati-hati dalam memilih negara untuk mencari kerja, sehingga Ia mewanti-wanti agar masyarakat memilih negara yang resmi dan juga untuk tidak melalui calo.

“Berikut adalah modus Operandi penempatan Pekerja Migran Indonesia, Konvesional dengan cara mengiming-iming uang Fee besar, datang ke rumah-rumah, memakai Visa Umrah dan penempatan ke daerah Timur Tengah, sehingga hal ini sering terjadi di daerah pelosok-pelosok desa, yang biasa dimanfaatkan oleh calo-calo imigran, ini jangan sampai calo yang dapat duit banyak, dan masyarakat yang menjadi korbannya.’ tandasnya.
Penulis: Asep Dacek

