Pemerintahan & Sosial

Pendamping PKH Ditemani Rt Setempat, Lakukan Previkasi Ulang Terhadap Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) Desa Sumurgede Kecamatan Cilamaya Kulon

Labraknews.online || Karawang – Polemik penerimaan bantuan sosial Program Keluarga Harapan ( PKH ). yang selama ini banyak di anggap tidak caer karena dugaan sentimentil dari petugas sosial dan pemerintah setempat. Pasalnya Dari sekian banyaknya keluarga penerima manfaat dari 100 persen penerima, hampir 20 persennya yang tidak pernah kunjung cair, selama kurun waktu hampir 1 Tahun ini. ( 23/06/2022 ).

Hari kamis 23 Juni 2022 , awak media Labraknews.online langsung memergoki petugas pendamping PKH yang sedang melakukan verifikasi ulang terhadap masyarakat Dusun IV Desa Sumurgede, tepatnya di rumah ibu Kasrem, yang dulunya pernah mendapatkan bantuan PKH namun sudah hampir 8 bulan ini, bantuan PKH nya tidak kunjung di terima. Dan awak media langsung saja menghampiri untuk mengkonfirmasi soal adanya polemik tersebut kepada petugas Pendamping PKH yaitu Bapak Ono Rustono selaku Pendamping Pkh Desa Sumurgede, dan Ono Rustono pun menerangkan dengan detail terkait polemik banyaknya penerima manfaat yang tidak kunjung cair.” Dari data Sik-enji kurang lebih 370 KPM masyarakat Sumurgede yang tercatat, namun yang aktip hanya 319 KPM. Sehingga kurang lebih data KPM yang tidur atau tidak aktip itu sekitar 51 KPM.” Terangnya.

Lanjut Ono selaku Pendamping PKH, ketika ditanya terkait indikasi atau penyebab data tersebut tidak aktip karena apa.? Ono menjelaskan ada banyak faktor, ” Soal Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), yang selama ini tidak kunjung mendapatkan, itu di karenakan datanya tidak aktip atau tidur. Dan yang menjadi pertanyaan berarti kenapa ko bisa tidak aktip ?. Nah itu bisa saja karena 1. Datanya tidak padan antara data dari DTKS dengan data dari Disdukcapil. Dan ke 2. itu mungkin karena KPM tersebut sudah tidak masuk kriteria sebagai penerima manfaat. Contoh waktu dulu ketika ada pendataan Program PKH bisa saja mereka memliki anak sekolah SMP atau SMA dan sekarang sudah lulus dan tidak memiliki anak sekolah. Nah bisa jadi bantuannya di stop. atau banyak lagi faktor – faktor lain” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Darman selaku Kepala Rukun Tetangga ( RT ) 02/04 Desa Sumurgede, menyampaikan keluhannya yang selama ini selalu menjadi sasaran kekesalan warganya, yang mengira hal itu diakibatkan ketidak mampuannya sebagai petugas atau perangkat desa yang langsung berhubungan dengan warganya. “Iya pak. Mohon ini disampaikan ke warga, bahwa banyaknya masyarakat yang memiliki kartu PKH, namun tidak kunjung cair, hal itu semata-mata bukan karena kesalahan dan kelalaian kami petugas RT, tapi itu di karenakan beberapa faktor tadi yang bapak pendamping sampaikan” Ucapnya.

Masih kata Rt Darman dia berharap agar setelah dilakukan nya verifikasi ulang hari ini, yang dilakukan pendamping PKH, semoga saja masyarakat yang memang masih masuk kepada kriteria layak, semoga bisa di urus dan bisa mendapatkan bantuan PKH lagi kedepannya.” Harap Rt Darman yang memang dinilai aktip turun bersosial ke masyarakat.

Reporter@Bdk

Info Redaksi :

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas.

Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, dan/atau menghubungi wartawan kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui

Email : labraknews1@gmail.com

Bagikan: