Malaka, labraknews.com- PLT Stefanus Nahak Klau. S.Pi mengingatkan data pembangunan sejak dulu terkait tata kota Dan pertanian akan berakibat gagal pembangunan tata kota Dan gagal panen permanen terutama swasembada pangan.
swasembada pangan ke depan Di Malaka terancam kegagalan permanen akibat dari tata kelola sumber aliran Air yang tidak memadai . Hal ini di peringati Stefanus nahak klau S.Pi. PLT kadis Pertanian sekaligus camat Malaka tengah.
Peringatan kegagalan swasembada pangan kedepan ini disampaikan Di Betun, kantor camat Malaka tengah , kabupaten Malaka Nusa Tenggara Timur (NTT) jumat 9 September 2022.karena Semua pemukinan Dan lahan sawah rakyat tidak di alirkan Air secara baik.
PLT Stefanus nahak klau S. Pi adalah camat Malaka Tengah yang baru tiga bulan menjabat sebagai PLT Kadis pertanian ini, mengeluhkan potensi Sumber aliran Air untuk pertanian dinasnya, yang ada di kecamatan Malaka tengah ,belum dimanfaatkan dengan sebaik baiknya
“Kita harus normalisasikan potensi sumber air We Dik dan we tubaki untuk penataan kota dan Sumber aliran Air ke sawah Sawah. Harekakae,kletek dan bakateu. Manumuti, Wederok sampai Desa Naimana.
Topografi di kota kabupaten Betun tidak terurus dengan baik saluran drainase kota Betun lebih buruk. Ada hujan air dimana mana musim panas air tidak cukup. bagaimana kita omong swasembada pangan beras Nona Malaka dan fore lakateu.
Stef menegaskan untuk Dinas PUPR terkait pembangunan pengairan Di kabupaten Malaka 2022 adakan dulu normalisasi pada sumber aliran Air Di kabupaten Malaka khususnya di kecamatan malaka tengah, Karena Semua lahan pemukiman kota dan sawah rakyat tidak di alirkan Air secara baik.
“Saya rencana normalisasi sumber aliran Air wedik di manumuti dan we Tubaki Di kamanasa. Namun itu kembali kepada yang berwewenang urus Air dalam hal ini dinas PUPR. ” tandas Stef.
Lanjutnya “kita bikin lagi bak penampungan abis itu kita kirim Airnya Di hamparan sawah sawah yang itu sebenarnya. Tidak susah hanya kita lihat Dari pada anggaran tetapi kalau kita mau bisalah. Selain swasembada pangan. Kata PLT Stef.
kalau Kita Mau omong tentang swasembada pangan sumber aliran Air itu yang harus kita lakukan duluan. Aliran air itu penting dalam
hal ini potensi potensi alam disini, sumber Air dimana disini, untuk apa sebenarnya kan begitu yang terpenting.
Kemarin kemarin kita omong tentang LP2B (lahan pertanian pengelolan berkelanjutan) sepanjang inikan sudah masuk dalam RTRW tata ruangnya. sekarang banyak orang lagi bangun rumah. Bagaimana caranya kita harus Hentikan mereka. Kesalnya.
Kita harus sosialisasikan Kepada mereka bahwa ini tdk boleh bikin rumah, ini masuk dalam zona hijau. Tidak boleh membangun disitu. Mulai sekarang harusnya kita mau yang begini tetapi orang sudah mulai membangun banyak, baru mau ditetapkan mau di gusur ?.. itu tidak mungkin.
Kita perlu ada pendekatan kepada mereka supaya stop tidak boleh membangun Di situ sebelum ada izin tidak boleh. caranya jarak dari jalan Raya ke bangunan itu berapa meter itu ada aturan .
Dan ini hulu sampai hilir juga harus demikian. kalau tidak tangani dari sekarang akan menjadi masalah dikemudian hari. harekakae akan penuh dengan bangunan, bakateu penuh dengan bangunan, itu daerah-daerah persawahan sekarang banyak masalah yang ada di malaka tengah.
ini lahan tanah semakin Sempit maka dari itu RTRW untuk sumber Air itu harus ditata dengan baik sehingga aliran air untuk pengairan masyarakat, tanam sayur dan lain lain. apa saja tanaman Semua gampang. Hal ini butuh tahapan
Tahapan sekarang itu omong dengan TAPD. anggaran semua disana. ini kembali ke PU. dinas PU yang harus punya konsep kesana. ke pangairan yang harus punya pogram itu supaya ketika ada pembahasan kami untuk ke depan seperti ini.
maksudnya upaya mulai dari hulu sampai hilir dimanfaatkan secara baik. Tutup plt
Stef. Menurut Claudius Kapu,SE ka. Bagian pembangunan kabupaten Malaka, senin 12 september 2022 di ruang kerjanya mengatakan itu belum Ada data secara adminstrasi yang masuk di bagian Pembangunan kabupaten Malaka. ??
Rofinus Bria

