Karawang, Labraknews.com || Dalam rangka memeriahkan acara Milangkala Desa Sumurgede yang ke-47 Tahun. Ribuan Masyarakat Desa Sumurgede yang tergabung dalam beberapa kontingen karnaval, telah mengikuti acara karnaval, yang diselenggarakan oleh panitia milangkala Desa Sumurgede ke-47 Tahun. Rabu (14/05/2025).
Acara milangkala Desa Sumurgede, yang digelar selama 4 Hari, dengan berbagai rangkaian acara. Mulai dari Tanggal 10 s/d 13 Mei 2025. Asan Permana, selaku Kepala Desa Sumurgede, dalam sambutannya, saat membuka acara pagelaran wayang golek, yang di pimpin kidalang Acep R Muhtar, ia menyampaikan maksud tujuannya, dalam menggelar acara milangkala tersebut.
Asan, berharap masyarakat agar mengenal dan menghargai atas jasa-jasa pahlawan dan pemimpinnya terdahulu.

“Selain kita harus mengenal dan menghargai jasa-jasa para pahlawan dan pemimpin terdahulu, kami pun berharap agar anak-anak kita tau soal sejarah tentang desa kita,” ucapnya.
Lanjut Asan, dulu sebelum desa ini bernama sumurgede, desa kita masih bernama ciparage, dan ciparage itu terdiri dari Desa, Tegalurung, Manggungjaya, Sumurgede dan Ciparagejaya. Dan sekitar Tahun 1983 baru, Desa Ciparage di mekarkan menjadi 4 Desa. Yaitu Ciparagejaya, Sumurgede, Manggungjaya dan Tegalurung. Sehingga sampai saat ini Alhamdulillah kita telah beranjak di usia 47 Tahun. Dan semoga harapan saya sumurgede selalu menjadi desa yang subur, makmur dan masyarakatnya guyub.” Pungkasnya.
Acara yang digelar oleh pemuda karang taruna bersama beberapa unsur dari BPD dan tokoh masyarakat juga unsur Pemdes Sumurgede, rangkaian acara yang digelar selama 4 Hari, telah berjalan lancar dan meriah, dengan penuh dukungan antusiasme masyarakat.

Rangkaian Acara Milangkala Desa Sumurge:
- Jumat 09 Mei 2025. Istigosah Akbar
- Sabtu – Minggu 10-11 Mei 2025. Open Turnament Volly Putri
- Senin 12 Mei 2025. Jarah ke makam bupati pertama, Embah Dalem Adipati Singaperbangsa dan dilanjutkan acara lomba tumpeng dan acara baritan
- Selasa 13 Mei 2025. Karnaval dan jalan santai, dilanjutkan acara santunan anak yatim, dan kemudian acara pagelaran seni sunda wayang golek.(*).

