Pemerintahan

Permohonan Audiensi Perbatasan Kabupaten Malaka Mendapat dua kesimpulan utama. 

https://youtu.be/7x7hr46nFB8
Manuel Makareak Ka. BNPP Kabupaten Malaka

Malaka, Labraknews.online– Permohonan audiensi kepala Badan pengelola perbatasan( BNPP) Daerah kabupaten Malaka,  Manuel  Makaraek membenarkan kabupaten perbatasan RI-RDTL Malaka mendapat dua kesimpulan utama dari BNPP RI dan lembaga lainnya di pemerintahan pusat 14 Juni 2022 lalu.

BNPP daerah kabupaten Malaka mengirimkan surat  permohonan audiensi nomor: BPPD, 094/54/VI/2022. Permohonan auduensi ini  di tujukan kepada sekrtaris utama (BNPP RI)  dengan disesuaikan waktu sekretaris utama BNPP RI di jakarta 14-16 juni 2022.

Kaban BNPP, Manuel  Makaraek membenarkan  surat itu kamis 23 juni, usai mengikuti  jamuan makan malam bersama para Alhi dan Dosen universitas warma dewa  dari  Bali,  di kediaman bupati  malaka weleun, Desa Bakiruk, kecamatan Malaka Tengah, kabupaten Malaka.  kamis 23 juni  2022.

“Ya Kita mendapatkan dua Kesimpulan utama Pertama ini perlu Ada perhatian dan kedua adalah langkah lanjutan.   BNPP itu memiliki wewenang untuk bisa merekomendasikan ,mengkoordinasikan, aspirasi- aspirasi  dengan anggota BNPP lainnya. Misalnya PUPR, BNPP dan kementrian dalam Negeri.

Ada 27 kementrian dalam pelayanan Dan  menghubungi masyarakat,  di BNPP. Kamarin  (14-16 juni 2022) kita diterima oleh Deputi bidang pengelolaan hukum kawasan perbatasan”.  LanjutNya

“Asisten Deputi pengelolaan pemerintahan dengan kepala Biro perencanaan. Kita akan didampingi oleh BNPP RI dengan Mentri dalam Negeri, kita  sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah Daerah, kepada Mentri dalam Negeri, untuk kita eksekusikan mengenai Syarat Syarat. UngkapNya

“Kira-Kira pusat pemerintahan kabupaten Malaka itu bisa dimana.  ini masih dalam proses komunikasi, proses menyampaikan  aspirasi  Dan kebutuhan kita kepada pemerintah pusat”.  UngkapNya.

Caranya melalui BNPP  Karena kita daerah perbatasan, semua akan  Ada fokus perbatasan. BNPP itu  punya  evaluasi Dan  pengawasan  tentang  pembangunan kawasan perbatasan.  itu tergantung kebutuhan masyarakat.  TegasNya

Terkait pembangunan fisik, seperti jalan jembatan Dan Perumahan. terus untuk pemerintahan, Kemudian infrastructur,  Ekonomi Dan kesejahteraan rakyat (Ekokesra). Ekonomi  itu  terkait perekonomian,  sarana dan prasarana, ” TerangNya

“Misalnya Pasar,   Kemudian kesra itu   mengenai pendidikan salah satunya Sekolah.  Kemudian kesehatan. apa saja yang di butuhkan bidang kesehatan. Misalnya, tenaga kesehatan, puskesmas dan lain-lain.

Kemudian yang kedua pengelolaan potensi kawasan perbatasan( PPKP) termasuk kegiatan ini pariwisata, potensi ini  potensi darat,  dan potensi laut.  Kemudian pengelolaan batas wilayah negara.

Kita disini  ada Pengelola Lintas Batas negara (PLBN )  jadi  pengelolaan batas negara itu  ada batas darat, batas laut dan batas  udara.

saya kira itu semua merupakan komponen dari fungsi  dan tugas pokok dari Badan Nasional Pengelola perbatasan.   

kitadi daerah kita menerjemahkan apa yang  ada di Daerah terkait dengan tiga hal tadi.

kita usulkan  melalui BNPP sebagai lembaga yang mengakomodasi  rencana rencana kita

untuk kita komunikasikan dengan anggota BNPP lain  untuk  eksekusinya itu  ada di kementrian dan lembaga lain.   

Harapan  kita apa yang sudah  dikomunikasikan dan dikoordinasikan   dapat di eksekusikan oleh anggota kementrian dan lembaga lembaga  BNPP  ada  27 kementrian dan lembaga. Tutup kaban perbatasan,.

Penulis:Rofinus Bria.

Bagikan: