Karawang, Labraknews.online– Kepala Desa Pamekaran H. Ahmad Kholil sebagai Ketua Ikatan Kepala Desa (IKD) Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang dikabarkan bakal mengundurkan diri dari jabatannya.
Kabar rencana pengundurunan diri tersebut disampaikan oleh salah seorang Kepala Desa di Banyusari yang meminta namanya tidak disebutkan kepada sejumlah awak media dikantornya, pada hari Jum’at tanggal 7 Juli 2022.
Dalam keterangannya Kades tersebut menyampaikan beberapa kekecewaan diantara Kepala Desa terhadap kinerja ketua IKD H. Ahmad Kolil.
“Pertama terkait program BBWS ( Balai Besar Wilayah Sungai ) Dari 12 Desa di Banyusari hanya 8 Desa yang mendapat program BBWS ( Balai Besar Wilayah Sungai ) tersebut. Sedangkan semua Desa ikut mengajukan yang dipasilitasi oleh ketua IKD (Ikatan Kepala Desa). Ketika persoalan itu muncul dan menjadi perbincangan Kades yang 4 Desa digroup, ketua IKD (Ikatan Kepala Desa) diam saja tidak komen apa-apa serta tidak memberikan penjelasan sedikit pun tentang 4 Desa yang tidak mendapat program BBWS ( Balai Besar Wilayah Sungai ) tersebut,” jelasnya.
Selain itu dia juga menyampaikan, saat kegiatan Bimtek Kepala Desa se-banyusari ke Jawa Tengah menggunakan bis rombongan H. Ahmad Kholil malah memilih menggunakan mobil pribadi dengan alasan tidak akan sampai selesai mengikuti bimtek.
“Sebetulnya bagi kami tidak masalah, hanya saja keinginan kami ketika berangkat Bimtek itu bareng satu bis, dengan Kepala Desa yang lain. Ini dari awal berangkat sudah memisahkan diri, terlihat tidak kompak dan kurang tanggung jawab,” terangnya.
Itu salah satu dari kian uneg-uneg sehingga para Kades kecewa dan mungkin yang melatar belakangi rencana pengunduran diri ketua IKD H. Ahmad Kholil.
“Kalau sekretarisnya H. Ajat Sudrajat S.E., Par. Kades Cicinde Utara di group Kades Banyusari sudah menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Sekretaris IKD,” tambah Nya.
Untuk mencari kebenaran informasi tersebut, media ini mendatangi H. Ahmad Kholil dikantor Desa Pamekaran, sayang yang bersangkutan sedang tidak ada yang terlihat hanya Sekdes dan Kaur Trantib Desa Pamekaran, dengan beberapa warga yang sedang melakukan musyawarah terkait kematian warga Desa Pamekaran akibat aliran listrik yang dipasang di areal pesawahan.
Bahkan media ini pun mencoba telepon Kades H. Ahmad Kholil juga japri via Whatshap tetap tidak ada jawaban.
Lalu wartawan media ini lanjut menjumpai Camat Banyusari Drs. Iwan Ridwan F dikantornya, guna mempertanyakan kebenaran informasi tersebut.
“Tidak tahu kang. Malah saya baru tahu ada informasi seperti ini. sampai saat ini tidak ada Kepala Desa yang datang laporan. Maaf saya buru-buru ada acara di Desa Talunjaya,” ucap Camat secara singkat .
Red..
